Ampicillin
Ampicillin adalah salah satu antibiotik semi sintetik golongan penicillin yang cukup murah. Ampicillin termasuk dalam agen bakterisidal yang mempunyai spektrum aktivitas luas pada bakteri Gram negatif dan positif. Bakteri-bakteri yang rentan terhadap Ampicillin antara lain : Streptococcus, Staphylococcus, Cornyebacterium, Clostridium, Fusiformis spp., E. coli, Klebsiella, Shigella, Salmonella, Proteus, Brucella dan Pasteurella (Brander, et al., 1991).
Seperti golongan penicillin lainnya, ampicillin bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel yaitu dengan menyerang peptidoglikan (Brander, et al.,1991). Ampicillin didistribusikan ke berbagai jaringan termasuk paru-paru, hati, otot, jaringan synovial, dan akan dieliminasikan bersama urin. Dosis pemberian ampicillin adalah 10-20 mg/kg/6jam PO atau 5-10 mg/kg/6 jam IV, IM, SC (Brander et all,1991). Pemberian ampicillin pada kasus ini digunakan untuk mencegah adanya infeksi sekunder.
Ampicillin Merupakan Golongan Antibiotika Spektrum Luas
Antibiotika Ampicillin merupakan suatu aminopenicillin semi-sintetik. Merupakan antibiotik spektrum luas yang telah ditingkatkan aktifitasnya terhadap bakteri gram negatif, anaerob maupun aerob. Antibiotik ini peka terhadap enzim b-laktamase yang diproduksi oleh beberapa bakteri seperti Staph. Aureus. Resorpsinya dari usus kurang dari 50 % dan agak perlahan, baru setelah lebih kurang 2 jam tercapai kadar puncak dalam plasma. Plasma t ½ – nya sedikit lebih lama dari derivat tahan asam yaitu 1-2 jam.pengikatan proteinnya jauh lebih rendah daripada pen-G atau pen-V, hanya 25 %, sehingga difusinya kedalam jaringan juga lebih baik. Penetrasinya ke SSP ringan namun dengan dosis tinggi sekali ternyata efektif pada meningitis. Ampicillin menembus plasenta, namun relatif aman digunakan selama masa kebuntingan. Absorpsi obat dalam saluran cerna kurang baik (± 30-40 %), obat terikat oleh protein plasma (± 20 %) (Plumb, 1999).
Kadar darah maksimalnya dicapai dalam 5 menit setelah injeksi intravena, 1 jam setelah injeksi intramuskuler dan 2 jam setelah pemberian per oral. Waktu paronya 0,5-1 jam (Plumb, 1999).
Ekskresi terjadi untuk sebagian kecil melalui empedu dan untuk sebagian besar lewat ginjal dengan transport aktif tubuler pula, yaitu 30-40 % dalam keadaan aktif utuh dan sisanya sebagai metabolit 6-APA dan penicillanic acid. Penggunannya adalah untuk bermacam-macam infeksi saluran nafas, saluran pencernaan, respirasi, kulit dan urogenital. Dosis untuk anjing 10-20 mg/kg IM tiap 6-8 jam (Plumb, 1999).
Dosis dan Sediaan Ampicillin Untuk Pengobatan
Ampicillin tersedia dalam bentuk serbuk, tablet, krim dan parenteral injeksi. Dengan sediaan: kapsul 250 mg, 500 mg, tablet 125 mg, 250 mg, 500 mg vial (ampicillin sodium), 20-40 mg/kg PO q 8 jam, 10-20 mg/kg IV, IM, Sc q 6-8 jam (ampicillin sodium). Ampicillin diabsorbsi 50% lebih besar dibanding amoxicilline. Antibiotika Ampicillin termasuk dalam semisintetik penicillin. Mempunyai aktivitas tinggi melawan bakteri Gram negatif seperti Escherichia coli, Shigella, dan Salmonella juga aktif melawan bakteri Gram positif termasuk Streptococcus, Staphylococcus, Corynebacterium. .Ampicillin dalam bentuk asam bebas sebagai serbuk kristal putih yang larut air. Konsentrasi dalam serum memuncak diperoleh kurang lebih 2 jam setelah pemberian. Didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh dan terkonsentrasi di hati dan ginjal dan diekskresikan lewat urin (Brander et all,1991). Organ sasaran: alat perkencingan, alat pernafasan, gastrointestinal (Kirk&Bistner, 1985).
Pemberian parenteral, interval 24 jam, tetapi pada stadium infeksi sangat akut dapat diberikan 2kali sehari. Garam sodium (NaCl) lebih besar larut dalam air sehingga bentuk ampicillin dapat digunakan sebagai preparat parental, bagaimanapun juga garam sodium tidak sama stabil setelah larut dalam air sehingga harus digunakan 3-4 jam (Kirk&Bistner, 1985).
Ampicillin diberikan sebanyak 0,2 cc, untuk menangani adanya infeksi sekunder pada gastritis. Mekanisme kerjanya sebagai antibiotik β-lactamase yang menghambat sintesa dinding sel bakteri dengan menghambat kerja enzim transpeptidase dan disirkulasi di enterohepatik. Ampicillin mempunyai waktu paruh 1 – 1,5 jam (Kirk&Bistner,1985). Sangat baik digunakan pada infeksi oleh Escherichia coli dan Salmonella sp. Diekskresikan oleh ginjal dan dapat bertahan lama pada level darah pada anjing yang mengalami anuria (Rossof ,1994).



Home