Sunday, 19 May 2013

Penicillin


Penicillin mulai diamati pada tahun 1928 oleh ahli mikrobiologi Alexander Fleming pada biakan kuman stafilokok yang sedang diinkubasikan telah mengalami pencemaran oleh jamur Penicillium, yang mengakibatkan pertumbuhan koloni kuman di sekitar jamur mejadi terhambat. Dari fenomena tersebut diketahui bahwa ada sesuatu yang merupakan zat anti pertumbuhan kuman, yang kelak dikemudian hari disebut dengan penicillin.

Klasifikasi Penicillin

Berdasarkan sifat kimianya, penicillin dapat dikelompokkan menjadi 5 golongan, yaitu:

  • Penicillin alami, misalkan penicillin , dihasilkan dari biakan jamur yang diextraksi dan kemudian dimurnikan. Kelompok ini pada pemberian oral akan lebih cepat mengalami hidrolisis oleh asam lambung.
  • Penicillin yang tahan asam, kelompok ini memiliki gugus phenoxyl yang terikat oleh gugus alkyl dari rantai acylnya.
  • Penicillin yang tahan terhadap enzim penicillinase, atau b laktamase, yang disebabkan oleh penggantian cincin aromatis untuk melindungi cincin b laktam.
  • Penicillin yang tahan asam dan enzim penicillinase, dalam kelompok ini ada Oxacillin, Nafcillin, Cloxacillin.
  • Penicillin yang mempunyai spectrum luas terhadap kuman gram positif dan negative.

Penicillin merupakan antibiotika yang mempunyai kemampuan menggangu perkembangan dinding sel kuman, dengan jalan mencegah kerja enzim transpeptidase, hingga menjadi tidak aktif, dengan adanya aksi tersebut akan mengakibatkan tidak adanya hubungan antara kedua lapis linier serabut peptidoglycan, yang terdapat di kedua lapis dinding sel kuman. Selain itu penicillin juga berpengaruh terhadap sel yang sedang tumbuh, dan memiliki pengaruh yang kurang berarti terhadap kuman yang sedang dalam fase dorman (fase tidak aktif tumbuh). Penicillin tidak mempengaruhisel-sel jaringan mamalia karena sel mamalia tidak memiliki dinding sel massif seperti halnya pada bakteri.

Obat-obatan yang bersifat bakteriostatik terhadap kuman menyebabkan kuman menjadi tidak aktif, dan bila diobati dengan penicillin tidak dapat dimatikan. Penicillin/Penisilin memiliki sifat bakterisidal maksimum terhadap kuman yang sedang memperbanyak diri seperti yang terjadi pada sel radang aktif.

Kegunaan klinis penicillin dalam dunia veteriner

  • Pengobatan terhadap penyakit infeksi oleh kuman-kuman klostridia, misalnya pada kasus blag leg, malignant edema, dan tetanus.
  • Dapat digunakan sebagai pilihan untuk pengobatan anthrax (BacIllus Anthracis)
  • Digunakan untuk mengatasi penyakit lumpy jaw (actinomycosis oleh actinomyces bovis) pada sapi
  • Untuk pengobatan penyakit wooden tongue (Actinobacillus lignieresi) pada sapi
  • Pada pengobatan leptospira, penicillin sering dikombinasikan dengan streptomycin

Demikian sekilas tentang penicillin, berikut penjelasan, jenis penicillin, dan juga kegunaan klinis pemakaian antibiotik ini khususnya dalam dunia kedokteran hewan. Semoga menambah wawasan kita semua.


Related Posts to "Penicillin"

Response on "Penicillin"