BEF pada Sapi
BEF (Demam Tiga Hari) pada Sapi
Sinonim : Bovine Ephemeral Fever (BEF)
Merupakan penyakit pada sapi yang banyak sekali ditemukan dilapangan. Demam tiga hari (Three day sickness) merupakan penyakit pada sapi yang bersifat akut, dengan gejala disertai demam. Kasus yang terjadi di lapangan kebanyakan memiliki angka kesakitan yang tinggi ,akan tetapi dengan angka kematian yang rendah.
Etiologi
Bovine Ephemeral Fever (BEF) disebabkan oleh virus Rhabdovirus, yang termasuk dalam familia yang sama dengan penyakit rabies dan vesicular stomatitis. Ada sumber ayng melaporkan kalau virus tersebut dapat ditularkan melalui serangga. Walau sampai saat ini belum ditemukan penyebab ataupun pembawa penyakit BEF secara pasti, hal tersebut mungkin disebabkan karena jumlah sampel yang diperiksa tidak cukup banyak. Mungkin juga karena jangka waktu penyakit ini juga relative pendek.
Patogenesis
Dalam percobaan terbukti bahwwa masa perkembangan penyakit adalah 2-10 hari dan kebanykan penderita memperlihatkan gejala dalam 2-4 hari. Penelitian secara fluoresen antibody menunjukkan bahwa virus berkembang biak dalam sel retikulo endothelial paru-paru, limpa dan kelenjar limfe. Virus terikat dengan sel darah putih dalam darah, meskipun perkembang biakan virus dalam sel tidak ada laporan secara pasti.
Gejala klinis
Gejala yang selalu dapat ditemukan dari penyakit BEF adalah adanya demam, dengan kenaikan suhu 2-4 derajat C dari suhu normalnya untuk jangka waktu1-4 hari. Gejala lain yang tampak adalah, hewan penderita tampak bergetar, kehilangan nafsu makan maupun minum, dengan frekuensi respirasi dan jantung yang meningkat. Kadang- kadang gejala seperti diare ataupun konstipasi dapat menyertai penyakit ini.
Pada hewan yang sedang dalam masa produksi, produksi air susu menurun secara tajam. Leleran hisung dan mata, hipersalivasi kadang juga dapat ditemukan. Gerakan rumen menjadoi terhenti. Banyak kasus dilapangan disertai juga dengan gejala kepincangan yang muncul sesudah adanya demam. Kepincangan tersebut dapat berpindah dari satu kaki ke kaki yang lain. Beberapa penderita tetap sanggup berdiri,dan beberapa penderita yang lain tidak akan mampu berdiri , sehingga hanya bisa tiduran saja selama 2-3 hari. Sedangkan pada hewan yang benar-benar tidak sanggup untuk berdiri kejadian bisa sampai 1 minggu, kemudian berlanjut dengan paresis.
Pada kejadian yang tersifat kesembuhan akan mulai tampak mulai hari ke 3, dengan kesembuhan sempurna pada hari ke 5 setelah muncul gejala klinis. Penderitaan yang sifatnya kurang berat dapat ditemukan pada pedet-pedet yang umurnya kurang dari 6 bulan. pEejantan yang besar dan sapi-sapi yang berat paling menderita apabila terserang BEF. Angka kematian biasanya kurang dari 1% dan kebanyakan disebabkan oleh fakto-faktor sekunder.
Terapi
Pengobatan secara khusus untuk mengatasi penyakit ini tidak ada. Hewan penderita harus diusahakan agar kemungkinan terjadinya komplikasi sekunder diperkecil. Pemberian minum dengan alat ( drench dll) sebaiknya dihindari, karena dalam fase akut, bebrapa penderita akan mengalami kesukaran untuk menelan.



Home
