Budidaya Burung Parkit

Saturday, January 19th 2013. | burung

Burung parkit dikenal sebagai salah satu burung yang indah dan pintar, hampir setiap orang pernah mendengar nama burung ini. Meski namanya sudah terkenal namun mungkin belum banyak yang tahu mengenai seluk beluk usaha burung parkit. Tak hanya penangkarannya yang mudah di lakukan, burung ini juga termasuk dalam jenis burung yang cantik dan indah terlihat dari bulu-bulu mereka yang berwarna warni. Faktor inilah yang menyebabkan burung parkit mudah terjual di pasaran sehingga bisa dijadikan sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Budidaya burung parkit dan menjadikannya sebagai salah satu usaha yang serius sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Hal ini dikarenakan parkit adalah jenis burung yang cukup mudah dalam pengembangbiakannya serta sangat produktif dalam menghasilkan anakan. Sebelum memutuskan untuk memulai menjalankan usaha budidaya burung parkit, diperlukan pengetahuan tentang beberapa hal dasar.

Burung Parkit

kandang burung parkit

1. Kandang burung parkit
Sediakan tempat indukan yang berbentuk menyerupai balok dengan ukuran p x l x t : 2 x 1 x 1.5 (m) yang bisa memuat hingga 15 pasang burung parkit. Kandangnya terbuat dari kawat agar tahan terhadap paruh burung parkit yang sangat tajam. Pasang kain di sekitar kandang agar burung parkit tetap hangat. Siapkan pula kandang untuk anak parkitnya nanti. Langkah ini agar nantinya setelah sekitar 30 hari di dalam rumah indukan, anak burung parkit sudah bisa ditaruh dalam kandang anakannya untuk dilatih terbang dan makan, sehingga siap untuk di jual. Bentuk kandang untuk anakannya hampir sama dengan bentuk kandang untuk induknya, hanya saja ukurannya boleh di buat lebih kecil.

burung parkit

2. Rumah Glodok
Biasanya rumah pribadi burung parkit terbuat dari kayu randu yang berbentuk kotak yang biasa kita sebut dengan glodok. Glodok ini sangat mudah dijumpai dipasar-pasar burung dan dapat pula dibuat sendiri. Glodok ini penting karena fungsinya yang biasanya untuk media bertelur burung parkit di dalam kandang. Usahakan jumlah Glodok sesuai dengan pasangan burung yang dipelihara.

3. Jeli dalam mengawinkan
Pilihah indukan parkit yang beraneka ragam warnanya. Untuk membedakan antara jantan dan betina, anda bisa menunggu hingga burung memasuki usia 4 bulan dimana jantan akan memiliki warna biru pada bagian atas lubang hidungnya, sedangkan betina berwarna putih, krem, ataupun coklat. Pastikan memilih yang warnanya terlihat cocok dengan pasangannya agar memudahkan anda dalam penangkaran.

ternak parkit

4. Perawatan yang optimal
Jika semua syarat di atas sudah terpenuhi, jangan lupa untuk terus merawat dan mengawasi perkembangan indukan parkit anda sambil menunggu mereka bertelur. Jangan lalai mengganti air minum dan pakan segar untuk burung cantik ini. Makanan parkit biasanya adalah biji-bijiian, seperti jagung muda atau milet. Bisa juga memberi suplemen tambahan dengan sayur atau kecambah. Sediakan gerusan bata merah untuk membantu pencernaan dan asupan mineral mereka.

Itulah tadi hal-hal yang harus anda perhatikan dan siapkan sebelum memulai usaha burung parkit. Ada tips tambahan untuk mengajari anakan parkit anda agar cepat terampil beratraksi. Ketika anda ingin menjinakannya, pilih anak parkit yang berumur kurang lebih dua minggu dan ajaklah anak tersebut bermain atau berlatih selama sepuluh menit setiap harinya. Dengan teknik ini maka anakan parkit anda akan lebih mudah menjadi burung yang cerdas dan pintar beratraksi. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menambah wawasan tentang apa saja yang harus diketahui sebelum memulai budidaya burung parkit.