Tuesday, 29 July 2014

Leukopenia

Leukopenia adalah penyakit sekunder yang merupakan suatu keadaan penurunan jumlah sel darah, dimana terjadi bila  total leukosit pada pembuluh darah peripheral turun di bawah angka minimum normal untuk setiap spesies-spesies tertentu. Jumlah normal leukosit pada anjing adalah 6,0–17,0 x 10³ sel/mm³. Keadaan penurunan sel darah ini merupakan kejadian yang umum menyertai berbagai macam penyakit pada hewan peliharaan. Penyebabnya pun bisa bermacam macam, bisa virus, maupun karena bakteri. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum dari leukopenia :

Penyakit virus

Panleukopenia adalah sebuah penyakit yang sering terjadi pada kucing muda yang namanya diambil dari pengurangan tipe leukosit yang ekstrim dan cepat. Distemper dan Canine Hepatitis adalah 2 penyakit viral klasik yang terjadi pada anjing dimana terjadi leukopenia. Menurut Heuschele dan Barber (1963) dilakukan observasi terhadap 67% reduksi dalam jumlah leukosit total pada babi selama 3 hari setelah inokulasi dengan virus rinderpest. Jumlah leukosit berkisar antara 6500-7500/µl. dibandingkan dengan jumlah leukosit babi sebagai kontrol yaitu 18.000-27.000/µl.

Anjing merespon secara dramatis pada infeksi mikrobial dan penyakit penyebab stres. Jika total leukosit pada darah 30.000-50.000/µl normal dan bila jumlah melebihi 50.000/µl jarang hal ini bisa dimengerti ketika neutrophil dan monosit meningkat secara signifikan pada spesies anjing dalam rangka merespon pembebasan hormon adrenocortical pada waktu stres.

Leukopenia bisa terjadi pada penyakit viral tapi leukopenia juga bisa terjadi karena infeksi bakterial. Leukopenia bisa diamati pada awal masa mastitis akut dan infeksi bakteri akut pada sapi betina. Jumlah total leukosit bisanya normal atau dibawah normal pada saat temperatur tubuh naik tetapi setelah itu jumlah neutrophil meningkat.

Bakteri penyebab septicemia dan toxemia

Bakteri septicemia dan toxemia kucing dari segala umur mungkin menderita leukopenia dan tanda-tanda masuknya toksin dengan kematangan granulosit neutrophil.

Bakteri endotoxin

Bakteri gram negatif merupakan komplek yang mengandung berat molekul tinggi dan tahan panas dari phospolipid, polisakarida dan sebagian kecil protein. Endotoxin merupakan pembentuk dinding sel dan terbebas dari lisis bakteri. Pelaksanaan endotoksin pada hewan menghasilkan pola tertentu dari respon yang dibentuk oleh kontriksi arteri, demam, hipoglikemia dan leukopenia yang diikuti oleh leukositosis. Hewan yang diberi dosis lethal menjadi lebih lemah, anoreksia, ataxia dan demam yang tinggi. Hal ini diikuti oleh penyakit pernafasan yang bisanya mengakibatkan munculnya pendarahan dihidung, muntah, diare cair, konvulsi san kematian dalam 24 jam mewakili pola terakhir dari gejala klinis. Efek awal dari endotoksin biasanya dihubungkan dengan efek adrenalin dan efek akhir ke efek aawal dari shock traumatik akut. Efek endotoxin pada jumlah total leukosit darah peripheral bervariasi menurut jumlah endotoxin yang diinfeksi.

Leukimia kompleks
Anaphylaxis

Munculnya sel darah merah nukleatid dan neutrophil dalam sirkulasi darah selama 15 menit mungkin menunjukkan partisipasi dari sistem saraf pusat dengan cara tidak diketahui dimana sel yang kurang matang terbebas dalam sirkulasi dibawah kondisi stres. Hilangnya neutrophil dari pembuluh darah besar dalam anaphylaxis sama dengan hilangnya neutrophil oleh endotoxin.

Iradiasi sinar X
Beberapa subtansi toxic yang berasal dari tumbuhan seperti pakis, obat-obatan tertentu seperti sufonamid dan zat-zat kimia lain yang sama bisa digunakan untuk pemanfaatan pertumbuhan sel dan metabolisme, kekurangan nutrisi (defisiensi protein, defisiensi B12, defisiensi asam folic, niazin dan beberapa contoh dari hipersplenism dalam penyakit autoimun).

Related Posts to "Leukopenia"

Response on "Leukopenia"