Ciri Lele Jantan dan Betina

Sunday, March 17th 2013. | perikanan

ciri lele jantan dan betinaCiri Lele Jantan dan Betina – Salah satu jenis ikan air tawar yang digemari oleh masyarakat Indonesia adalah ikan lele atau dalam bahasa latin disebut catfish. Usaha budidaya ikan air tawar saat ini lebih digemari dan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan sektor usaha lainnya seperti  pertanian, pertambangan dan sektor usaha budidaya lainya  karena tidak membutuhkan modal yang begitu besar dan dapat menghasilkan dalam kurun waktu yang cukup singkat. Sekitar tiga bulan sudah bisa panen ikan.

Sebelum melakukan budidaya lele atau melakukan pembibitan, yang harus dilakukan adalah memahami seluk beluk beternak ikan. Bila anda ingin terjun dalam pembibitan ikan lele, maka diperlukan kemampuan untuk membedakan lele jantan dan lele betina. Kedua jenis kelamin adalah faktor penting untuk perkawinan dalam menghasilkan bibit lele.

Ciri-ciri lele jantan dan betina

  1. Kepala indukan jantan lebih kecil dari induk lele betina yang bertulang kepala pendek dan agak cembung.
  2. Warna kulit dada indukan jantan agak tua bila dibanding indukan betina.
  3. Kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan. Jika dibandingkan dengan kelamin betina yang berbentuk oval atau bulat daun, berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar, letaknya di belakang anus.
  4. Gerakan indukan jantan lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng jika dibandingkan dengan betina yang terlihat lambat.
  5. Perut indukan jantan lebih langsing dan kenyal bila dibanding indukan ikan lele betina yang Perutnya lebih gembung dan lunak.
  6. Bila diurut dari bagian perut ke arah ekor indukan lele jantan akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa+mani) jika disbanding dengan betina yang  bila diurut dari bagian perut ke arah ekor indukan betina akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

Persiapan Kolam Budidaya Ikan Lele

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya ikan lele, mengingat perawatan ikan lele ini perlu perhatian yang lebih extra dibanding ikan air tawar lainnya seperti ikan nila, gurami. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) yang meliputi :

  1. Pengeringan yang di maksudkan untuk pembersihan kolam dan mematikan penyakit.
  2. Pengapuran dengan kapur dolomite atau zeloit yang berdosis 60gr/m2 yang dimaksudkan untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan penyakti yang tidak mati pada saat pengeringan.
  3. Memberikan Suplemen organik yang berfungsi untuk menambah kesuburan tanah yang akan digunakan sebagai dasar kolam. Untuk menambah kesuburan lahan bisa juga dengan memberikan pupuk kandang karena dapat menimbulkan plangton untuk tambahan makanan secara alamiah.
  4. Pada awal pemeliharaan, air kolam harus jernih pada minggu pertama sampai minggu ke-6 atau pada saat anak lele berusia 7-9 minggu.
  5. Pada minggu ke 10 air kolam dalam keadaan keruh masih diperbolehkan asal dalam batas-batas kewajaran dengan ciri bau air yang tidak terlalu membusuk.
tags: , ,