Hewan Hewan Liar

Sunday, March 17th 2013. | satwa liar

Hewan liar atau satwa liar adalah hewan-hewan yang tidak pernah didomestikasi atau dipelihara atau dibiasakan hidup bersama manusia. Terkadang mereka terlalu buas dan berbahaya untuk dikembangbiakan atau hidup bersama dengan manusia. Meskipun manusia adalah salah satu mahkluk yang menempati posisi puncak dalam piramida kehidupan; namun beberapa binatang liar memiliki ‘senjata-senjata’ yang bisa membahayakan manusia ketika hewan ini merasa terancam. Hewan liar adalah adalah hewan yang lahir, tumbuh dan besar di habitat mereka di alam bebas. Habitat alam bebas ini bisa di mana saja, baik di hutan belantara, padang rumput, laut, rawa dan lain-lain.

burung kakatua

Meskipun tidak tinggal di hutan, kita tentunya pernah melihat kehidupan hewan melalui televisi, dokumentasi, atau mungkin mengamati mereka di taman safari. Hewan-hewan dari berbagai spesies itu bisa hidup di alam bebas dengan keahlian dan ciri khas mereka masing-masing. Semuanya saling membetuk kesatuan yang mungkin tidak bisa dilihat begitu saja tanpa pengamatan yang jeli. Hewan liar pada hakikatnya juga membentuk suatu komunitas atau masyarakat dengan sesama populasinya dan berinteraksi dengan spesies lain melalu berbagai macam simbiosis yang ada. Itulah kehidupan satwa liar di alam bebas.

Macam-macam Hewan Liar

simpanse liarBumi ini begitu luas dan besar, dihuni oleh ratusan juta bahkan milyaran organisme yang berbeda. Masih banyak makhluk hidup yang belum bisa diidentifikasikan oleh para ilmuan sampai saat ini. Bumi yang begitu luas ini tentu memiliki tempat untuk hidupnya spesies-spesies lain di atasnya, selain manusia. Binatang-binatang liar dibagi atas habitat mereka yaitu di darat dan di laut. Di darat kita mungkin sudah sering melihat beberapa dari mereka di kebun-kebun binatang, taman safari atau lahan konservasi.

  • Kucing besar. Bukan berarti kucing yang biasa dipelihara di rumah-rumah dalam ukuran besar, tetapi hewan-hewan karnivora yang masih memiliki hubungan jauh dengan kucing. Mereka di antaranya harimau, singa, macan tutul, macan kumbang, kucing hutan dan semacamnya.
  • Herbivora besar. Hewan herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan. Sapi termasuk herbivora dan ukurannya tergolong besar tapi coba bandingkan dengan hewan-hewan lain seperti jerapah, gajah, karibu atau bison.
  • Primata. Hewan-hewan primata sering kali disamaratakan sebagai ‘keluarga monyet’ meskipun sebenarnya monyet itu hanyalah salah satu dari jenis primata yang beraneka ragam. Meskipun mereka termasuk hewan yang cerdas, habitat alami primata adalah di alam bebas bukan bersama manusia.

kuda nilItu hanya beberapa contoh kecil dari hewan-hewan liar yang hidup di daratan. Kemudian masih ada hewan-hewan yang hidup liar di habitat perairan. Mereka bisa kita lihat di akuarium-akuarium raksasa atau tempat konservasi perairan.

  • Hewan Amphibi dan Reptilia. Hewan amphibi mampu beradaptasi di dua alam, baik air maupun daratan. Mereka contohnya buaya, kura-kura, atau katak hutan. Ular sendiri termasuk ke dalam reptilia, meskipun sebagian besar dari mereka hidup di hutan atau pepohonan, ada juga yang mampu tinggal dan beradaptasi di daerah perairan.
  • Mamalia laut. Bukan berarti ada sapi atau kambing yang bisa berenang, ada beberapa hewan di laut yang ternyata bukan spesies ikan atau reptil melainkan mamalia. Contohnya paus, lumba-lumba, anjing laut dll.
  • Ikan besar. Pernah menyaksikan film Jaws? Ya, ikan hiu adalah salah satu penguasa laut, sebagai karnivora dengan badan yang besar. Selain hiu ada ikan-ikan besar lain seperti pari atau tuna yang hidup bebas di lautan.

Ini juga hanya sebagian kecil dari hewan liar yang bisa ditemukan di habitat perairan. Di alam bebas jumlahnya sangat banyak sekali.

Tips Menghadapi Satwa Liar

Meskipun habitat manusia dan binatang liar berbeda, jaman sekarang sering sekali terjadi kesempatan di mana hewan-hewan tersebut dipertemukan dengan manusia. Baik itu dalam keadaan aman seperti di kebun binatang maupun tidak aman misalnya mereka memasuki daerah pemukiman. Ini semua sebenarnya tidak lain merupakan akibat ulah manusia yang tidak pernah puas dan terus merusak habitat alami hewan-hewan tersebut.

1)      Jika bertemu dengan hewan liar, jangan panik karena itu akan membuat hewan tersebut takut dan mungkin menyerang. Segera hubungi pihak yang berkompeten seperti penjinak hewan atau dinas kehutanan.

2)      Jangan menyerang binatang liar, apalagi tanpa persiapan. Membunuh hewan liar adalah jalan terakhir jika sudah terpaksa. Menyerang dengan terburu-buru apalagi seorang diri bisa merugikan diri sendiri.

3)      Jangan berikan makanan kepada binatang liar. Bisa jadi makanan yang anda berikan tidak cocok, atau berbahaya untuk kesehatan hewan tersebut. Selain itu hewan tersebut bisa menjadi tertarik kepada anda dan susah untuk diusir jika anda memberikannya makanan.

Sebagai makhluk hidup dengan kecerdasan paling tinggi di muka bumi harus mulai berpikir tidak untuk diri sendiri namun juga keselamatan makhluk-makhluk lain dan juga kelestarian alam. Selain menjaga alam, kita juga berarti menjaga diri kita karena ingat seluruh organisme di dunia ini hidup berkesinambungan. Jika ada hewan liar yang punah, pasti akan terasa imbasnya kepada manusia.

tags: , , ,