Tips Penangkaran Burung Kacer yang Baik

Tips Penangkaran Burung Kacer yang Baik

Pojok-vet.com – Cara beternak Burung Kacer bisa berbeda antara peternak A dan B atau dengan peternak yang lainnya. Namun, tidak disangkal apabila penangkaran menjadi salah satu faktor yang sangat penting dan bisa mempengaruhi kesuksesan dalam membudidayakan burung.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat mengakar burung diantaranya adalah: kandang, proses pengembangbiakan serta makanan, perawatan, dan kebersihan.

Menangkar Burung Kacer

A. Sangkar atau Kandang

sumber : tokopedia.com

Kandang ideal untuk menangkar Burung Kacer setidaknya harus berukuran 90 x 90 x 150 cm, atau anda bisa membuatnya lebih besar misalnya 100 x 100 X 200 cm. Ukuran tersebut tentunya sangat bergantung pada luas lahan yang Anda miliki.

Bahan pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan semi permanen seperti batako atau bata merah. Tembok tersebut sebaiknya tidak diplester untuk memberikan kesan nyaman, dan agar kelembaban dan kehangatan kandang tetap terjaga.

Sedangkan pada bagian depan, usahakan menggunakan kawat ram atau streamin yang memudahkan Anda untuk mengecek burung serta memberikan sirkulasi yang baik untuk keluar masuk udara.
Saat membuat kandang, Anda juga harus memperhatikan pintu yang akan Anda gunakan. Buatlah pintu yang cukup flexible misalnya 2 atau 3 pintu yang bisa Anda gunakan untuk membersihkan kandang, serta pintu untuk mengganti makanan dan lain-lain. Pintu tersebut harus aman agar burung tidak bisa kabur.

Beberapa hal yang harus Anda sediakan di dalam kandang diantaranya adalah: Sarang, kemudian Anda juga harus menyediakan keramba yang bisa digunakan untuk mandi serta tempat minum dan tempat makan.

Baca juga: Tips Membuat Kandang Ternak Burung Kacer

B. Memilih Induk Burung Kacer

Penyebab dan Solusi Kacer Ngeriwik Saat Kontes (1)

Tidak ada syarat khusus dalam pemilihan induk Burung Kacer, namun Anda harus memperhatikan 3 hal berikut ini.

1. Induk betina maupun jantan harus sehat secara fisik bebas dari cacat.

2. Induk jantan maupun betina setidaknya harus memiliki suara yang bagus atau rutin berkicau agar keturunannya pun memiliki gen yang baik.

3. Untuk induk betina setidaknya harus berusia 2 tahun keatas, dan untuk induk jantan setidaknya harus berusia 1 tahun keatas.
Selain ketiga faktor diatas, Anda juga mungkin perlu mempertimbangkan burung yang jinak agar lebih mudah untuk beradaptasi dan tidak takut terhadap manusia, kemudian burung juga setidaknya harus memiliki gen juara jika Anda ingin menghasilkan anakan yang berkualitas.

Baca juga: Cara Memilih Indukan Kacer yang Bagus

C. Proses Penjodohan

Proses penjodohan dimulai dari adaptasi untuk burung betina. Burung betina dimasukkan ke dalam sangkar terlebih dahulu, setelah burung tersebut mulai merasa nyaman Anda bisa memasukkan burung jantan dengan memisahkannya menggunakan kawat, atau Anda juga bisa memisahkannya menggunakan sangkar.

Setelah burung tampak akrab, biasanya memakan waktu 1 hingga 2 minggu, Anda bisa menyatukannya. Namun tetap harus dalam pengawasan.
Apabila belum berjodoh, biasanya burung akan memberikan beberapa tanda-tanda diantaranya adalah:

1. Burung betina maupun burung jantan sering sahut-sahutan seolah-olah saling membutuhkan.

2. Burung jantan lebih rajin berkicau untuk menarik perhatian burung betina.

3. Apa bila disatukan di dalam sangkar atau tempat penangkaran, burung tidak bertengkar dan tempat akur.

Baca juga: Cara Menjodohkan Kacer Untuk Beternak Bagi Pemula

D. Pakan

Efek Kroto pada Kacer di Arena Lomba (1)

Selama proses penjodohan dan adaptasi, pemberian pakan harus diatur agar burung merasakan birahi yang lebih dari biasanya sehingga memunculkan chemistry yang menyebabkan ketertarikan antara satu dengan yang lainnya.

Diantara beberapa makanan yang bisa meningkatkan birahi adalah: jangkrik, ulat hongkong serta kroto.

Baca juga: Efek Kroto pada Kacer di Arena Lomba

E. Pada Saat Bertelur

Cara Merawat Telur dan Anak Kacer Supaya Sehat

Jika burung berjodoh dan kemudian bertelur, Anda harus tetap memperhatikan dan memberikan perhatian khusus terutama apabila burung betina tampak stres. Suara bising dan gangguan manusia yang konstan bisa menyebabkan burung ini enggan mengerami telurnya atau bahkan ada yang merusak telurnya. Jika demikian segera selamatkan dan gunakan metode inkubator.

Baca juga: Cara Mengetahui Telur Kacer Isi dan Produktif

Demikian sedikit informasi mengenai tips penangkaran kacer yang bisa anda simak pada kesempatan hari ini, tunggu update dari kami selanjutnya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.