Peyakit Hewan Enteritis

Peyakit Hewan Enteritis

Pojok-Vet.com – Enteritis adalah suatu proses radang usus yang berjalan akut atau kronis, akan menyebabkan peningkatan peristaltik usus, kenaikan jumlah sekresi kelenjar pencernaan serta penurunan proses penyerapan cairan maupun penyerapan sari-sari makanan didalamnya. Radang usus primer maupun sekunder ditandai dengan menurunnya nafsu makan, menurunnya kondisi tubuh, dehidrasi dan diare. Perasaan sakit karena adanya radang usus bersifat bervariasi, tergantung pada jenis hewan yang menderita serta derajat radang yang dideritanya.

Kuman-kuman yang menyebabkan enteritis antara lain Eschericia coli, Salmonella spp, Campylobacter jejunis, Clostridium perfringen. E. coli merupakan mikroflora normal dalam usus sebagian besar mamalia. E. coli dapat menyebabakna infeksi akut anak pada anjing umur satu minggu, sedangkan pada anak anjing yang lebih besar maupun anjing dewasa E. coli menyebabkan penyakit sporadik yang disertai oleh agen infeksius lain.

Radang oleh parasit

Cacing (Ancylostoma sp, Ascaris sp, cacing pita, Strongyloides). Protozoa (Giardia, Coccidia, Cryptosporodia).

Radang oleh virus

Canine enteric corona virus, Canine parvovirus, Rotavirus, Canine distemper.

Radang oleh pakan

Overeating, kelaparan, alergi makanan, makanan tidak tercerna (benda asing dan sampah).

Radang oleh obat-obatan dan keracunan

Agen anti mikrobial, obat antineoplastik, obat cacing, logam berat dan organophospat.

Enteritis diawali rasa sakit yang ditandai dengan kegelisahan. Diare merupakan gejala yang selalu dijumpai dalam radang usus. Tinja yang cair dengan bau yang tajam mungkin bercampur dengan darah, lendir atau reruntuhan jaringan usus. Pada radang yang berlangsung kronik, terjadi kekurusan dan tinja jarang yang bersifat cair, berisi darah, lendir atau reruntuhan jaringan yang jumlahnya mencolok. Kurangnya cairan didalam usus akan dijumpai radang usus yang disertai dengan konstipasi, dan tinja bersifat kering. Radang usus akut selalu disertai dengan oligo uria atau anuria, dan disertai dengan menurunnya nafsu makan, anoreksia total maupun parsial. Pada radang kronik biasanya nafsu makan tidak mengalami perubahan

Akibat kehilangan cairan yang berlebihan, penderita akan mengalami penurunan berat badan dalam waktu singkat dengan tanda dehidrasi yang mencolok. Dehidrasi yang mencapai lebuih dari 10% dapat mengancam kehidupan penderita dalam waktu 1-2 hari dan dapat mengakibatkan kematian karena shock.

Pemeriksaan tinja sangat penting dilakukan untuk menentukan penyebab radang usus dan diare. Perlu diketahui bahwa isolasi virus, kuman, atau parasit, belum pasti meyakinkan bahwa agen-agen tersebut merupakan penyebab primer radang usus. Pemeriksaan darah penderita enteritis akut biasaya menunjukkan adanya hemokonsentrasi karena dehidrasi. Perubahan atas jaringan tubuh lainnya tidak ditemukan kecuali tanda adanya dehidrasi dan terganggunya peredaran darah.

Diagnosa tentatif diambil bila tidak ditemukan penyakit tersifat penyebab diare. Pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk menentukan penyebab radang usus.

Pengobatan ditujukan untuk mengatasi penyebab primer penyakit enteritis, perlu dipertimbangkan pemberian protektiva, adstrigensia. Rasa sakit yang terus menerus dapat dikurangi dengan pemberian analgesika, atau tranquilizer. Pemberian cairan faali maupun elektolit mutlak diberikan untuk mengganti cairan yang hilang. Pemberian antibiotik dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.